A visual journey into the heart of Indramayu's hidden stories
Di tanah Indramayu, Darma sering mengunjungi rumah kakeknya — seorang sesepuh penjaga kisah-kisah kuno. Dari sana, ia mendengar legenda tentang Raden Arya Wilalodra, sang pendiri Indramayu, yang pernah mengalahkan penguasa kegelapan Sungai Cimanuk: Maharaja Budipaksa.
Namun ketika Darma bertanya apakah Budipaksa benar-benar telah lenyap, sang kakek hanya menjawab dengan senyum samar. Dan malam itu... sesuatu mulai berubah.
Saat sang kakek menampilkan pertunjukan wayang golek cepak, tanda-tanda gaib mulai bermunculan. Sungai Cimanuk menghitam. Kabut tebal menyelimuti desa. Dari gelapnya air, wujud Budipaksa perlahan bangkit — membawa kembali kekuatan lama yang seharusnya tak pernah terbangun.
Tapi di balik kebangkitan itu, pusaka cahaya Cakra Udaksana juga terbangun... Pertarungan antara warisan leluhur dan bayangan masa lalu pun dimulai. Dan Darma, tanpa ia sadari, berada di tengah-tengahnya.
Production Still · Indramayu: The Forgotten Land · 2025
Dengan anggaran terbatas, kami memanfaatkan sumber daya lokal dan lokasi alami untuk mempertahankan kualitas produksi tanpa mengorbankan visi kreatif.
Seluruh proses hanya berlangsung sekitar satu bulan. Environment dibuat hanya dalam 3 hari, sedangkan CGI dan 3D dikerjakan dalam dua minggu — 80% dikerjakan sendiri oleh Renando.
Editing, sound design, dan compositing diselesaikan dalam waktu sangat singkat. Tim tetap menjaga semangat dan konsistensi hingga film selesai tepat waktu.
18 minutes of cinematic storytelling rooted in the folklore and spirit of Indramayu, West Java.
Keterbatasan bukan penghalang. Proyek ini menunjukkan bahwa keterbatasan waktu dan anggaran tidak selalu menjadi penghalang untuk menciptakan karya yang bermakna.
Tim kecil, dampak besar. Dedikasi dan kerja sama tim kecil dapat menghasilkan sesuatu yang jauh melampaui ekspektasi.
Tekanan melatih fokus. Post-production yang singkat melatih kemampuan mengatur prioritas visual dengan lebih kreatif dan efisien.
Budaya lokal + VFX modern. Menggabungkan kekayaan budaya lokal dengan elemen VFX membuka ruang baru bagi sinema daerah untuk tampil lebih luas dan berkelas.
Karya adalah proses belajar. Setiap karya mengajarkan tentang waktu, kesabaran, dan cinta terhadap cerita yang ingin kita hidupkan.